Author: moch abduh
-

Tiga Kategori Puasa Menurut Al-Ghazali
14 Ramadhan 1447 Hijriyah Puasa dalam Islam tidak hanya dipahami sebagai ibadah fisik menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai proses penyucian jiwa dan pengendalian diri. Salah satu ulama yang menguraikan secara mendalam dimensi spiritual puasa adalah Al-Ghazali dalam karya monumentalnya Ihya’ Ulum al-Din. Dalam pembahasannya tentang rahasia puasa (Asrar al-Shawm), beliau mengelompokkan puasa ke…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Hikmah Ramadhan dalam Menghargai Perbedaan dan Keragaman
13 Ramadhan 1447 Hijriyah Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang berdimensi spiritual sekaligus sosial. Di balik kewajiban menahan lapar dan haus, Ramadhan menyimpan hikmah besar dalam membangun kesadaran kolektif umat tentang pentingnya menghargai perbedaan dan merawat keragaman. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, nilai-nilai Ramadhan dapat menjadi energi etis untuk memperkuat toleransi, empati, dan kohesi sosial.…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Peristiwa Penting yang Terjadi pada Bulan Ramadhan di Dalam dan Luar Negeri
12 Ramadhan 1447 Hijriyah Bulan Ramadhan bukan hanya momentum spiritual bagi umat Islam, tetapi juga saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah dunia, baik dalam bidang keagamaan, politik, militer, maupun peradaban. Pun baik di dalam maupun di luar negeri. Sejak masa awal Islam hingga era modern, Ramadhan sering dilabeli sebagai bulan transformasi, kemenangan, dan perubahan besar.…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Integrasi Aktivitas Ibadah Ramadhan dalam Kurikulum Pendidikan
11 Ramadhan 1447 Hijriyah Bulan Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga ruang pedagogis yang kaya makna. Beragam aktivitas ibadah seperti puasa, shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, zakat dan sedekah, serta i’tikaf mengandung nilai-nilai pendidikan yang selaras dengan tujuan kurikulum nasional. Mengintegrasikan aktivitas Ramadhan ke dalam kurikulum bukan berarti menjadikan sekolah sebagai ruang ritual, melainkan menjadikannya…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Meneladani Rasulullah Berpuasa Ramadhan
10 Ramadhan 1447 Hijriyah adalah bulan pendidikan ruhani yang menghadirkan kesempatan terbaik untuk meneladani akhlak dan ibadah Rasulullah SAW. Puasa yang dijalani beliau bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sarat dengan nilai ketakwaan, kesederhanaan, kesabaran, dan kepedulian sosial. Dengan meneladani beliau, umat Islam tidak hanya menjalankan kewajiban ritual, tetapi juga membangun karakter yang…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Relevansi Ibadah Ramadhan dengan Kaidah TQM
09 Ramadhan 1447 Hijriyah Ibadah di bulan Ramadhan tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga mengandung prinsip-prinsip manajerial yang selaras dengan kaidah Total Quality Management (TQM). TQM merupakan pendekatan manajemen yang menekankan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), keterlibatan total, fokus pada kualitas proses, serta orientasi pada kepuasan pelanggan. Meski tergolong referensi lama, namun konsep yang dipopulerkan oleh…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Joyful Fasting: Kegembiraan Sebagai Hamba yang Bertakwa
08 Ramadhan 1447 Hijriyah Puasa sering dipersepsikan sebagai ibadah yang identik dengan lapar, dahaga, dan pengendalian diri. Namun dalam khazanah Islam, puasa justru diikat oleh satu kata yang indah sebagai farḥah (kegembiraan). Rasulullah SAW tidak menggambarkan puasa sebagai beban, melainkan sebagai jalan menuju dua kegembiraan yang besar. Farḥah al-Ṣā’imDalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Meaningful Fasting: Membangun Kebermaknaan Puasa Ramadhan
07 Ramadhan 1447 Hijriyah Dalam dunia pendidikan modern dikenal konsep meaningful learning, yaitu proses belajar yang tidak berhenti pada hafalan, tetapi menghadirkan pemahaman, relevansi, dan perubahan nyata dalam diri peserta didik. Jika konsep ini direfleksikan dalam kehidupan ruhani, lahirlah gagasan meaningful fasting, puasa yang dijalani dengan kesadaran dan orientasi transformasi diri. Dalam khazanah Islam, puasa…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Mindful Fasting: Puasa Berkesadaran dan Bulan Berpikir
06 Ramadhan 1447 Hijriyah Deep Fasting atau puasa yang mendalam senantiasa dimulai dari kesadaran. Dalam konteks mindful fasting, puasa tidak dijalani secara otomatis dan juga tidak sekadar rutinitas tahunan yang repetitif, melainkan sebagai wujud kesadaran seorang hamba yang menjawab panggilan Rabb-nya. Kesadaran itu berakar pada niat yang jernih, karena niat bukan hanya rukun sahnya puasa, tetapi…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
-

Deep Fasting: Berpuasa dengan Higher-Order Spiritual Skills
05 Ramadhan 1447 Hijriyah Ramadhan selama ini lebih sering dipahami sebagai bulan ibadah ritual, mulai sahur sebelum fajar, menahan lapar dan dahaga, berbuka saat maghrib, serta menghidupkan malam dengan tarawih. Namun jika dilihat secara lebih mendalam, puasa bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan waktu dan larangan makan-minum. Ia adalah proses pendidikan spiritual yang sistematis, sebuah laboratorium…
PENULIS
DIUNGGAH PADA
