Jakarta, 16 Juni 2025 — Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama (Direktorat SMP), menyelenggarakan Bimbingan Teknis Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dan Digitalisasi Pembelajaran untuk Regional Tahap 1 (Satu) yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16–18 Juni 2025.
Kegiatan yang sama juga diselenggarakan serentak di beberapa wilayah, yaitu di Provinsi Jawa Barat, DIY dan Jawa Timur. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh para kepala sekolah, guru dan konsultan perencana yang merupakan calon penerima manfaat dari program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran. Hadir dalam kegiatan ini Ir. Moch. Abduh, MS.Ed., Ph.D., selaku Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan, yang didaulat memberikan arahan serta membuka kegiatan ini secara resmi. Hadir pula Dr. Eko Susanto, S.E., M.Si., Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, dan Herdiana, S.T., M.B.A., sebagai Kepala BPMP Provinsi DKI Jakarta, serta para narasumber terkait.
Pada kesempatan ini, Moch. Abduh, Ph.D. menyampaikan bahwa, “Sebagai penerjemahan dari Asta Cita Presiden–Wakil Presiden RI, khususnya Asta Cita ke-4 terkait memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, Kemendikdasmen menginisiasi beberapa program prioritas, di antaranya ialah program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.
Pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2024, Bapak Presiden menyampaikan bahwa tidak ingin sekolah sebagai tempat menempa generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa itu kemudian diberitakan oleh banyak media (sekolahnya) roboh, lapuk, atau toiletnya tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Bapak Presiden juga menambahkan akan memberikan bantuan digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.”Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan juga menambahkan, “terkait dengan program digitalisasi pembelajaran, Kemendikdasmen telah meluncurkan Rumah Pendidikan, sebuah super aplikasi yang akan digunakan dalam menunjang proses digitalisasi pembelajaran ini, yang mana semua program-program aplikasi yang dimiliki Kemendikdasmen akan terintegrasi di sana,” imbuhnya.
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, tentu harapannya adalah bagaimana pendidikan yang layak, inklusif, dan bermutu dapat dirasakan oleh semua, tanpa ada yang tertinggal. Sehingga, apa yang dicanangkan dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Dengan partisipasi semesta antara pemerintah, masyarakat, sekolah, guru, dan murid, bersama-sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Leave a comment