Hadir sebagai Dewan Juri Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 6, Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan Ajak Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

PENULIS

DIUNGGAH PADA

Jakarta, 19 Mei 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi sebagai wujud implementasi dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden yang merujuk pada perlunya penguatan pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi pembelajaran. Kemendikdasmen mengemasnya sebagai Program Prioritas dalam bentuk Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi. Salah satu bentuk nyata implementasi tersebut adalah penerapan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) pada Tahun Pelajaran 2025/2026 nanti.

Sejalan dengan rencana kebijakan tersebut, PT. Samsung Elektronik Indonesia (SEIN) menyelenggarakan program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 6 Tahun 2024/2025. SIC merupakan program pelatihan keterampilan TIK yang mencakup materi Coding & Programming, Internet of Things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI). Program ini telah memasuki tahun keenam pelaksanaannya dan secara konsisten menjadi salah satu inisiatif swasta yang sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen dalam penguatan literasi digital di satuan pendidikan.

Dalam ajang final yang berlangsung di Samsung Executive Briefing Center, Jakarta, Ir. Moch. Abduh, MSEd., Ph.D., Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan, hadir sebagai dewan juri untuk menilai 10 proyek prototype karya murid-murid inovatif dari seluruh Indonesia terpilih.

“Kegiatan ini sangat relevan dan linier dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan penerapan Koding dan KA sebagai mata pelajaran pilihan pada tahun pelajaran 2025/2026 untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Pada jenjang SD, akan diterapkan untuk kelas 5 dan 6” ujar SAM Bidang Teknologi Pendidikan tersebut.

Pada Batch 6 tahun ini, program SIC diikuti oleh lebih dari 10 ribu pendaftar dari jenjang SMA/SMK/MA dan mahasiswa D3/D4/S1. Setelah melalui proses seleksi ketat, sebanyak 4.509 peserta mengikuti pelatihan secara bertahap. Pada tahap akhir, yaitu AI Product Development Bootcamp, terdapat 80 tim (320 peserta) yang mempresentasikan solusi teknologi dalam menjawab tantangan nyata di sekolah dan masyarakat.

Kehadiran program semacam ini sangat strategis dalam mendukung pengembangan kemampuan literasi numerasi, berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi.

“Partisipasi Semesta sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sebagaimana jargon Kemendikdasmen yang menjadi semangat bersama dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif. Kolaborasi antara industri dan pendidikan merupakan salah satu kunci kberhasilan penyiapan generasi Indonesia Emas 2045. Kami mengapresiasi upaya Samsung yang tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga ruang apresiasi dan inkubasi ide-ide murid cerdas dan bertalenta tinggi sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa,” tambah Moch. Abduh.

Diharapkan ke depan, program seperti Samsung Innovation Campus ini dapat diadopsi dan direplikasi dalam ekosistem pendidikan nasional melalui kerja sama yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, dunia industry dan masyarakat.

Leave a comment