Ditjen Vokasi PKLK Kemendikdasmen menggelar Panen Hasil Inovasi dan pembukaan Program Peningkatan Kompetensi bagi Guru SMK dan Instruktur LKP 2025

PENULIS

DIUNGGAH PADA

Depok, 22 April 2025 — Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Ditjen Vokasi PKLK) menggelar kegiatan peningkatan kompetensi serta panen hasil inovasi guru smk dan instruktur LKP sebagai bentuk nyata komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat mutu dan relevansi pendidikan vokasi di Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak pada Selasa, 22 April 2025, menggabungkan moda daring dan luring, serta dipusatkan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Kota Depok. Sebanyak 1.214 guru SMK dan 246 widyaiswara serta instruktur dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) mengikuti program ini, yang menjadi bagian dari skema Reskilling dan Upskilling untuk mendukung kesiapan pendidik menyiapkan generasi yang unggul dan berdaya saing global.

Selain pelatihan peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi atas karya-karya inovatif yang telah dihasilkan oleh para pendidik vokasi. Berbagai produk kreatif dan aplikatif dipamerkan, mulai dari sistem robotik, game edukasi, hingga sarana-prasarana teknologi berbasis Koding dan kecerdasan Artifisial. Karya-karya ini menggambarkan kemampuan adaptif dan pemikiran solutif dari para guru dan instruktur dalam merespons tantangan dunia industri dan kebutuhan masyarakat.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D. menyampaikan, “Pendidik vokasi sebagai tenaga profesional, memiliki peran penting dan strategis dalam proses pembelajaran pada sekolah dengan kejuruan dan juga lembaga kursus dan pelatihan untuk mengembangkan potensi peserta didik vokasi. Di sisi lain, perkembangan teknologi seperti pembelajaran mendalam, kemudian koding dan kecerdasan artifisial, menuntut perubahan paradigma dalam pendidikan, khususnya pendidikan vokasi.”

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dalam arahannya menegaskan pentingnya akselerasi dan kreativitas dalam menyiapkan sumber daya manusia terampil untuk menghadapi masa depan. “Kemampuan untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil tentu sangat kita perlukan, dan itu harus ada percepatan, harus ada inovasi dan kreativitas. Karena memang dunia usaha di masa depan itu semakin menuntut kompetensi, terutama mereka yang memiliki kemampuan dalam berbagai keterampilan yang mengikuti teknologi masa kini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya pembentukan pola pikir yang berkembang di kalangan peserta didik. “Yang juga sangat diperlukan adalah mindset, bahwa anak-anak harus punya semangat dan rasa percaya diri. Mindset yang bertumbuh atau growth mindset, dia yakin bahwa selama matahari masih terbit, di situ selalu ada kesempatan yang baru. Mindset ini kita bangun ke anak-anak kita agar mereka tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi mereka yang berani bergerak, berusaha dengan keterampilan dasar yang mereka miliki,” tegasnya.
Kehadiran Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, dalam kegiatan ini juga memberikan dorongan semangat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap potensi dan daya cipta lulusan vokasi. “Tadi ketika kita bersama-sama melihat, saya merasa bangga. Karena selama ini saya kira profesi-profesi baru, seperti game developer, fashion designer, atau content creator yang mungkin sebelumnya tidak terbayang ini bisa dilakukan oleh SMK. Kami biasanya membayangkan ini harus kuliah S2 DKV di ITB atau di mana, baru bisa menjadi animator, atau bikin game, bikin aplikasi, menjadi filmmaker. Ternyata SMK bisa,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Ditjen Vokasi, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus menegaskan peran strategis pendidikan vokasi dalam mendorong terwujudnya insan yang unggul, kompetitif, dan bermutu, serta memiliki semangat yang kuat di tengah transformasi digital dan industri global.

Leave a comment