Artikel ini sebelumnya pernah diterbitkan di Bulletin Asesmen Volume 15, No. 2, Desember 2018
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabara-katuh, pembaca Buletin Asesmen yang setia. Suatu anugerah dan tantangan yang luar biasa, atas suatu amanah dan tanggung jawab untuk memimpin Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) di awal 2018. Secara pribadi, saya menilai lembaga ini sangat strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia baik secara substansi maupun teritorial.
Hal tersebut sangat relevan karena Puspendik memiliki core product Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yaitu sebagai salah satu key driver dalam menyelenggarakan Ujian Nasional, serta program asesmen lain yang bersifat nasional dan internasional. Untuk menjadi profesional diperlukan kualifikasi ekstra terkait konsep organisasi yang didukung oleh struktur, proses, dan kepemimpinan yang efektif .
Dalam menjalankan semua program pada tahun 2018 ini, idealnya kita perlu menyegarkan (refresh) kembali apa mimpi (vision) kita. Sejauh mana kita telah memahami, menginternaliasi, dan melaksanakan visi Puspendik. Jangan sampai kita memiliki mindset bekerja, bekerja, dan bekerja namun tidak jelas visi dan strateginya.
Beberapa literatur menjelaskan bahwa visi dapat mendorong organisasi agar lebih paham terhadap kondisi lingkungan internal dan eksternal, memahami wujud organisasi yang ideal dimasa depan , sebagai perekat untuk membangun kerjasama dan mengelola konflik, menetapkan fokus yang lebih jelas, menjadi alat untuk menelusuri hal-hal yang memerlukan perubahan demi masa depan yang lebih baik, dan menyederhanakan proses pengambilan keputusan . Visi juga dapat membantu membentuk, mengarahkan, dan mengkoordinasikan perilaku para anggota organisasi.
Melalui pesan singkat ini, saya mengajak segenap teman-teman di Puspendik untuk terus berjuang membangun citra, meningkatkan legitimasi, dan kredibilitas organisasi yang diarahkan oleh visi (driven by vision). Buletin, jurnal, serta kegiatan sosialisasi (konferensi) adalah media komunikasi terhadap pemangku kepentingan (stakeholders). Bagi stakeholders Puspendik ,saya mengajak untuk terus membangun komunikasi dan kerjasama melalui seluruh program dan output yang dimiliki oleh Puspendik. Selamat membaca.

Leave a comment